Reposisi peran IMAMA dalam dinamika Gerakan - IMAMA KUPANG
Headlines News :
Home » » Reposisi peran IMAMA dalam dinamika Gerakan

Reposisi peran IMAMA dalam dinamika Gerakan

Written By MARICA DESA KAYANG on Selasa, 17 Desember 2013 | 17.34


 
“Sebuah kritik otokritik terhadap ikatan mahasiswa marica (IMAMA)”

Eksistensi dan persepektif organisasi senantiasa secara kreatif menciptakan struktur dan fungsi-fungsi sehingga dapt tumbuh dan brkembang dlm system organic sesuai tujuan. Struktur serta fungsi harus menjdi pendukung gerak dan proses roda organisasi, tetapi bila tidak, maka perlu (restrukturisasi) pengurus agar lbh hidup, adaptif, antisipatif dan dinamis dalam menjawb tantangan dan kebutuhn anggota yang menyebar. Anggota dan Pengurus IMAMA yang menyebar hampir diseluruh kota besar ini merupakan, sebuah kekuatan besar dalm menjalankn kerja2 organisasi sekaligus menjadi kelemahan bila tatakelola organisasi tdk di urus dg baik. Dan secara jujur struktur organisasi IMAMA sebagai sebuah organisasi Kader belum ideal.
 
IMAMA perlu diterapi secara tepat guna utk memulihkan kredibilitasnya dlm percaturan peran baik kemasyarakatan yg selama ini sdh berjalan dan kebangsaannya sbg wujud kompetisi kualitas SDM yg selaras dg semangat membangun kampung sesuai tantangan Zaman. Organisasi IMAMA betapa pun akan tetap di hitung sebagai political Force. IMAMA harus paham dg dinamika politik, sehingga harus mampu memposisikan organisasi sebagai Subjek politik bukan objek politik yang memihak. Perlu saya tegaskan bahwa Politik IMAMA adlh : politik kemahasiswaan, politik kaum intelek yg merupakan trjemahan dari kritisisme, etos transformative yg dibingkai olh etika dan moralitas serta harus independent. Bukan menjadi Labuan sandaran orang2 yang punya kepentingan.
 
Politik IMMA bkn politik kedekatan emosional atau keluarga atas interfensi kekuasaan orang-orang disekeliling organisasi, melainkan politik kemanusiaan yg sarat dg nilai. Kekuatan politik IMMA dan seluruh anggota perlu diorentasikan mnjdi turbin penggerak bagi fungsi Organisasi, sebagai akselersi gerakan Moral (Moral movement) dan akan lbh tajam bila mampu mensinerjiskan potensi IMAMA sbg moral force dan political force.
 
Orgaisasi IMMA harus berbenah diri serta bisa menerima semua golongan, mengapa organisasi IMAMA tdk menjadi benih lahirnya Organisasi yg lebih besar, kuat dan komplit yaitu Organisasi IMAMAKA (Ikatan Mahasiswa Marica & Kangge). Hal ini ditinjau secara emperis, geografis, sosio budaya, kultur dan kekeluargaan adalah 1(satu) yg tdk dapat dipisahkan antara Marica dan pulau Kangge (2 sisi mata uang) yang sudah dibangun dari puluhan hingga ratusan Tahun yang lalu olh Nenek Moyang Kita dan tidak bisa dipisakan. Oki, sebagai kaum intelektual jangan kita berfikir saling mengkotak-kotakan persaudaraan kita……. Semoga dengan ide sederhana ini menjadi wacana pemikiran bersama serta korektif yg kritis, konstruktif dan futuristic.
 
Mari bersatu bulatkan tekat membangun Kampung halaman, perbedaan dlm pendapat hal yg wajar krn merupakan anugerah terindah dri Allah SWT. Krn perbedaan merupakan cikal bakal lahirnya pengetahuan baru,….. SALAM PERJUANGAN
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. IMAMA KUPANG - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template