Home »
» Reposisi peran IMAMA dalam dinamika Gerakan
Reposisi peran IMAMA dalam dinamika Gerakan
“Sebuah kritik otokritik terhadap ikatan mahasiswa marica (IMAMA)”
Eksistensi dan persepektif organisasi senantiasa secara kreatif
menciptakan struktur dan fungsi-fungsi sehingga dapt tumbuh dan
brkembang dlm system organic sesuai tujuan. Struktur serta fungsi harus
menjdi pendukung gerak dan proses roda organisasi, tetapi bila tidak,
maka perlu (restrukturisasi) pengurus agar lbh hidup, adaptif,
antisipatif dan dinamis dalam menjawb tantangan dan kebutuhn anggota
yang menyebar. Anggota dan Pengurus IMAMA yang menyebar hampir diseluruh
kota besar ini merupakan, sebuah kekuatan besar dalm menjalankn kerja2
organisasi sekaligus menjadi kelemahan bila tatakelola organisasi tdk di
urus dg baik. Dan secara jujur struktur organisasi IMAMA sebagai sebuah organisasi Kader belum ideal.
IMAMA perlu diterapi secara tepat guna utk memulihkan kredibilitasnya
dlm percaturan peran baik kemasyarakatan yg selama ini sdh berjalan dan
kebangsaannya sbg wujud kompetisi kualitas SDM yg selaras dg semangat
membangun kampung sesuai tantangan Zaman. Organisasi IMAMA betapa pun
akan tetap di hitung sebagai political Force. IMAMA harus paham dg
dinamika politik, sehingga harus mampu memposisikan organisasi sebagai
Subjek politik bukan objek politik yang memihak. Perlu saya tegaskan
bahwa Politik IMAMA adlh : politik kemahasiswaan, politik kaum intelek yg
merupakan trjemahan dari kritisisme, etos transformative yg dibingkai
olh etika dan moralitas serta harus independent. Bukan menjadi Labuan
sandaran orang2 yang punya kepentingan.
Politik IMMA bkn politik
kedekatan emosional atau keluarga atas interfensi kekuasaan orang-orang
disekeliling organisasi, melainkan politik kemanusiaan yg sarat dg
nilai. Kekuatan politik IMMA dan seluruh anggota perlu diorentasikan
mnjdi turbin penggerak bagi fungsi Organisasi, sebagai akselersi gerakan
Moral (Moral movement) dan akan lbh tajam bila mampu mensinerjiskan
potensi IMAMA sbg moral force dan political force.
Orgaisasi IMMA
harus berbenah diri serta bisa menerima semua golongan, mengapa
organisasi IMAMA tdk menjadi benih lahirnya Organisasi yg lebih besar,
kuat dan komplit yaitu Organisasi IMAMAKA (Ikatan Mahasiswa Marica &
Kangge). Hal ini ditinjau secara emperis, geografis, sosio budaya,
kultur dan kekeluargaan adalah 1(satu) yg tdk dapat dipisahkan antara
Marica dan pulau Kangge (2 sisi mata uang) yang sudah dibangun dari
puluhan hingga ratusan Tahun yang lalu olh Nenek Moyang Kita dan tidak
bisa dipisakan. Oki, sebagai kaum intelektual jangan kita berfikir
saling mengkotak-kotakan persaudaraan kita……. Semoga dengan ide
sederhana ini menjadi wacana pemikiran bersama serta korektif yg kritis,
konstruktif dan futuristic.
Mari bersatu bulatkan tekat membangun
Kampung halaman, perbedaan dlm pendapat hal yg wajar krn merupakan
anugerah terindah dri Allah SWT. Krn perbedaan merupakan cikal bakal
lahirnya pengetahuan baru,….. SALAM PERJUANGAN
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !